Audisi D’Academy 8 Indosiar di Jakarta: Perjuangan Si Kembar Asal Karawang, Rela Berangkat Jam 2 Pagi – Audisi pencarian bakat Dangdut Academy 8 (DA 8) di Jakarta sukses menyedot perhatian ribuan talenta muda dari berbagai penjuru tanah air. Di tengah keriuhan tersebut, pasangan saudara kembar asal Karawang, Hasan dan Husein, berhasil mencuri perhatian dengan perjuangan mereka yang luar biasa demi mewujudkan mimpi menjadi bintang dangdut masa depan.
Perjuangan Si Kembar Karawang: Berangkat Jam 2 Pagi
Kegigihan Hasan dan Husein terlihat dari perjuangan mereka menempuh perjalanan jauh menuju lokasi audisi di Studio Indosiar, Emtek City, Jakarta Barat. Keduanya rela memangkas waktu istirahat dan berangkat dari rumah saat hari masih gelap.
“Datang dari jam 5 subuh. Tadi dari rumah jam 2 pagi. Sampai sini jam 5,” ungkap Husein kepada awak media, Minggu (10/5/2026).
Persiapan yang mereka lakukan bonus new member juga tidak main-main. Hasan mengaku telah mempersiapkan diri secara matang selama lebih dari satu bulan sebelum akhirnya memberanikan diri untuk tampil di depan para juri.
Keberanian mereka untuk bermimpi besar tidak lepas dari dukungan penuh orang tua. Sang ayah dan ibu setia mendampingi kedua putranya sejak dini hari, memberikan dukungan moril yang sangat berharga.
“Sebagai orang tua, mendukung sih, mendukung. Semoga apa yang anaknya mau gitu, tercapai,” kata Hasan.
Pengalaman Audisi di Ruang Penjurian
Meskipun baru pertama kali mengikuti ajang pencarian bakat tingkat nasional, baik Hasan maupun Husein berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya.
Husein membawakan dua lagu dangdut populer, yaitu “Milikku” dan “SMS“. “Alhamdulillah sih Kak, tadi lancar gitu, sangat senang,” jelas Husein usai menjalani audisi.
Meskipun sempat merasakan deg-degan yang luar biasa, kedua pemuda asal Karawang ini bersyukur bisa melewati proses penjurian dengan lancar.
“Belum pernah ikut audisi, baru kali ini. Harapannya sih bisa buat belajar, untuk belajar ke depannya buat lebih baik lagi,” pungkas Husein.
Antusiasme Luar Biasa Peserta Audisi DA8 Jakarta
Audisi offline D’Academy 8 di Jakarta merupakan kota penutup dalam rangkaian audisi yang telah digelar di berbagai daerah sejak 18 April 2026. Gelombang antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, dibuktikan dengan antrean panjang yang mengular sebelum memasuki gedung audisi sejak pagi buta.
Tercatat, peserta datang dari berbagai provinsi dengan cerita perjuangan yang tidak kalah menarik.
Salah satunya adalah Agni Ghafina, seorang gadis berusia 14 tahun asal Kepulauan Bangka Belitung. Untuk bisa sampai di Jakarta, ia harus menempuh perjalanan panjang melelahkan selama berjam-jam, termasuk melintasi lautan menggunakan kapal.
“*Sama teman-teman rombongan dari Bangka Belitung dan naik kapal. Dari sekitar jam delapan pagi, tapi kapalnya baru sampai, jadi perjalanannya lanjut jam 12 malam. Sampai ke sini setengah empat (03.30 WIB)*,” cerita Agni.
Tak hanya bermodalkan suara merdu, Agni juga tampil unik dengan memainkan alat musik tradisional khas Timur spaceman Tengah, darbuka, sebagai nilai lebih di hadapan para juri.
Kemeriahan Audisi: Melly Lee dan Tasya DA7 Hadir
Suasana tegang di lokasi audisi seketika mencair saat Melly Lee dan Tasya DA7 muncul. Mereka tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga menghibur para calon peserta yang sedang antre lewat suara merdu mereka.
Melly Lee, yang bertindak sebagai juri tamu, mengaku sangat terharu melihat perjuangan para peserta. Baginya, antusiasme yang luar biasa ini mengingatkannya pada masa-masa saat dirinya pertama kali merintis karier di industri musik dangdut.
“Terharu sih karena melihat perjuangan mereka tuh benar-benar gigih banget mengejar impian mereka. Pastinya melihat mereka antre seperti itu, teringat aku juga zaman dulu,” ungkap Melly Lee.
Ia juga menilai kualitas peserta audisi Jakarta tahun ini meningkat signifikan dan terlihat sangat niat serta mempersiapkan segalanya dengan matang.
“Sejauh ini aku dengar di audisi Jakarta ini bagus-bagus, cantik-cantik, benar-benar niat. Mungkin ada juga beberapa yang ketemu di daerah lain, tapi di sini lebih prepare lagi,” kata Melly.
Sementara itu, Tasya DA7 memberikan pesan motivasi kepada para peserta berdasarkan pengalaman pahit manisnya selama mengikuti kompetisi di musim sebelumnya.
“Tantangannya yang paling pertama diuji mental. Mental itu tantangan paling utama di sini. Kalau mental tempe, bakal lewat di sini mah. Harus mental baja pokoknya,” tegas Tasya.
Dengan berakhirnya audisi offline di Jakarta, proses pencarian bakat dangdut untuk DA8 resmi ditutup, menunggu talenta-talenta terbaik yang akan bersaing di panggung spektakuler Indonesia.